Kamis, 01 Maret 2012

Dia...

Entah sejak kapan aku bermain dengannya. Bergabung bersama teman-temannya. Dekat dengan dia dan teman-temannya. Entah sejak kapan. Tapi, satu hal yang pasti. Kini aku menginginkannya. Memilikinya. Apapun ku lakukan asalkan aku bisa dekat dengannya. Meski hanya sebatas sapaan atau sebuah senyuman indah yang ku dapat darinya.

Mungkin memang egois jika aku ingin memilikinya sendiri. Karena alasan itulah aku ingin sedikit melupakan perasaan ku kepadanya. Walaupun tidak benar-benar melupakannya. Aku hanya ingin dia tidak mengetahui perasaanku yang sebenarnya kepadanya.

Semua kujalani sama seperti biasa. Tanpa ada rasa yang mengganggu ku. Kecuali rasa ku padanya yang seolah tidak ada apa-apa saat bermain bersama. Tapi hatiku tidak mungkin berbohong. Aku ingin dekat dengannya. Bercanda dengannya. Walau bersama teman-temannya. Asalkan aku bisa bersama dengannya. Meski di tengah kerumunan sekali pun.


Hampir tiap malam aku dan dia chatting. Di facebook ataupun YM. Detik yang berganti menit, menit yang berganti jam, jam yang berganti hari, dan seterusnya. Kata demi kata yang dia tulis selalu membuatku tersipu. Tersenyum sendiri, meski yang ia tulis hanya sebuah gurauan dan menanyakan tentang tugas sekolah. Hp yang bergetar, menandakan sebuah pesan singkat masuk. Selalu ku harap darinya. Tetapi itu hanya harapan kosong belaka. Yang mengharapkan dia akan mengirimiku sebuah pesan meski hanya menanyakan hal yang penting.

Pada akhirnya, aku mendapat pesan singkat darinya suatu hari. Katanya hanya iseng. Tapi aku sangat senang bisa mendapat pesan singkat darinya. Meski cuma iseng. Entah sampai kapan perasaanku ini terpendam, mengendap di dalam hatiku sampai pada akhirnya pahit yang akan ku rasakan. Atau semua akan indah pada waktunya?

Teringat saat aku sedang ada masalah karena aku dijauhi teman-temanku yang lain. Aku memberanikan diri untuk bercerita padanya tentang masalahku. Awalnya dia hanya menyemangatiku. Tapi tanpa diduga, dia membantuku untuk menyelesaikan masalahku. Padahal, dia juga mempunyai masalah terhadap teman-temanku. Aku menganggap itu hanyalah sebuah bantuan biasa yang sederhana. Tapi hati kecilku berkata lain. Hati ini menyuruhku untuk semakin menyukainya.

Intensitasku untuk memperhatikannya secara diam-diam semakin sering terjadi. Dan selalu ada topik bahasan yang aku ingin bicarakan dengannya. Bahkan saat bersama teman-temannya yang lain, semua terasa lebih hidup. Lebih bermakna.

Sempat terlintas di benakku, akan tiba saatnya untuk melupakannya karena sesuatu hal. Tapi untuk saat ini, aku hanya ingin berada di dekatnya, bercanda ria dengannya, berbagi segala cerita dengannya. Meski ku tahu itu hanya sementara. Dan waktu yang akan menentukan segalanya di kemudian hari..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar