Sabtu, 10 Agustus 2013

Sebuah Niatan


Bismillah...

Semoga keputusan yang gue ambil nggak salah...

Gini, setelah sekian lama gue kayak gini, mau nggak mau gue harus bangkit. Harus. Dan buat bangkit itu butuh kekuatan dan tenaga super. Karena gue sendiri tau gue udah terjerumus, terpelosok, terjatuh cukup dalam. Dan gue nggak ada yang bantu. Niat? Udah ada. Tinggal nunggu timing yang pas buat peluncuran.

Yang lalu udahlah nggak usah dibahas lagi. Biar terkekang di beberapa sisi hati gue. Mematikan sudut-sudut hati yang harusnya masih bisa diselamatkan. Tapi, yasudahlah..

Kenapa nggak diselametin aja sih?


Haha. Pengennya sih gitu. Pengennya. Sekali lagi PENGENNYA. Tapi, itu harus bareng seseorang yang emang ngelukain hati gue itu. Dan gue rasa orang yang bersangkutan juga nggak mau ngebantu gue. Iya nggak?

So, mau nggak mau, kuat nggak kuat, gue harus bangkit. Nemuin “Windy” yang dulu. Yang ceria. Yang ketawa dan senyum tulus. Bukan Windy yang akhir-akhir ini fake smile terus. Penuh kepalsuan dan kebohongan. Seenggaknya gue harus nemuin gue yang dulu. Yang jujur pada diri sendiri.

Okelah. Gue maksa disini. Tapi ini demi kebaikan gue juga. Harus kuat buat keluar dari labirin rumit ini. Meski harus nerobos buat bisa keluar. Daripada ngikutin alur yang malah bikin tambah tersesat. Iya nggak?

Dari sini, perjalanan gue ulang dari nol lagi. Ngebuka lembaran baru dan menutup rapat lembaran yang lama. Oke, dengan gini setidaknya gue mengurangi kebohongan yang ada pada diri gue.

Dan gue harap, lingkungan gue mendukung dan ngebantu buat keluar dari masalah ini. Mudah-mudahan gue sanggup buat ngejalanin keputusan yang gue ambil. Bismillah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar